Rabu, 25 September 2013

SISTEM SARAF PUSAT SEBAGAI PENGENDALI GERAK REFLEKS

SISTEM SARAF PUSAT SEBAGAI PENGENDALI GERAK REFLEKS

A. Dasar Teori
Gerak refleks merupakan respon yang cepat dan tidak disadari terhadap perubahan lingkungan interna maupun eksterna. Refleks dikendalikan oleh sistem saraf yaitu otak (disebut refleks kranial) atau medula spinalis (disebut refleks spinal) lewat saraf motorik kranial dan spinal. Saraf kranial dan saraf spinal dapat berupa saraf somatik yang mengendalikan refleks otot kerangka atau saraf otonom yang mengendalikan  refleks otot polos, jantung dan kelenjar. Meskipun refleks spinal dapat terjadi tanpa keterlibatan otak, tetapi otak seringkali ikut memberikan pertimbangan dalam refleks spinal.
Refleks terjadi lewat suatu lintasan tertentu, disebut lengkung refleks, dengan komponen:  reseptor, neuron sensorik, neuron penghubung (di dalam otak dan medula spinalis), neuron motorik dan efektor. Sebagian besar refleks merupakan refleks yang rumit, melibatkan lebih dari satu neuron penghubung.

Kegiatan ini berdasarkan pada beberapa prinsip:
1.
Pada umumnya kerusakan pada sistem saraf pusat menyebabkan kelumpuhan  sementara semua refleks yang dikendalikan oleh otak dan medula spinalis. Kondisi akibat kerusakan otak disebut neural shock, sedangkan kondisi kerusakan medula spinalis ini disebut spinal shock yang lamanya tergantung pada kerumitan sistem saraf suatu organisme.
2.
Kerusakan salah satu komponen lengkung refleks dapat menyebabkan hilangnya refleks tertentu.

B. Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui:
1.
Macam-macam refleks yang dikendalikan oleh otak
2.
Macam-macam refleks yang dikendalikan oleh medula spinalis

C. Alat dan Bahan
Papan dan alat seksi, aquarium, lampu spiritus, thermometer, gelas piala 600 cc, alat penghitung, kapas, air hangat, dan katak.

D. Cara Kerja
1. Katak Normal
a.
Letakkan katak dengan posisi normal pada papan, amati posisi kepala, mata dan anggota geraknya. Sentuh kornea matanya dengan kapas, apa yang terjadi?
b.
Hitung frekuensi pernapasan per menit dengan cara menghitung gerakan kulit pada rahang.
c.
Amati keseimbangan dengan cara:
-
Letakkan katak dalam posisi terlentang pada papan.putarlah papan secara horizontal, amati posisi dan gerakan kepala, mata, dan anggota geraknya.
-
Miringkan papan perlahan-lahan sehingga kepala katak sedikit terangkat. Apa yang terjadi?
d.
Masukkan katak ke dalam aquarium berisi air, amati cara berenangnya.
e.
Keluarkan katak dari aquarium, letakkan pada papan pada posisi normal.
f.
Cubit jari kaki dengan pinset, apa yang terjadi?
g.
Masukkan salah satu kaki ke dalam gelas piala berisi air (suhu kamar) kemudian panaskan. Pada suhu berapa katak bereaksi?
h.
Masukkan  jari kaki yang lain ke dalam air panas ± 800 C. Apa yang terjadi?

2. Katak spinal (katak yang sudah mengalami pengrusakan otak)
a.
Rusak otak katak dengan single pithing, istirahatkan katak selama 5-6 menit untuk menghilangkan neural shock
b.
Berikan perlakuan seperti katak normal. Amati refleks yang terjadi!

3. Katak yang sudah mengalami pengrusakan otak dan medula spinalis
a.
Rusak medula spinalis dengan double phithing, istirahatkan selama 5-6 menit.
b.
Berikan perlakuan seperti katak normal. Amati refleks yang terjadi!


Bahan untuk Analisis Data dan Pembahasan

  1. Refleks manakah yang terjadi pada katak normal tetapi tidak terjadi pada katak spinal? Jelaskan!
  2. Refleks manakah yang terjadi pada katak spinal tetapi tidak terjadi pada katak yang sudah di double pith.
  3. Refleks manakah yang tergolong refleks somatik, otonom, spinal dan kranial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar